Jumat17 April 2026

Rekomendasi

ubernur Al Haris Hadiri Bedah Buku Babad Alas, karya Autobiografi-Reflektif Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Bedah Buku bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bapak Bima Arya Sugiarto
Bedah Buku bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bapak Bima Arya Sugiarto

AKSATANEWS.COM-Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri Bedah Buku Babad Alas, Ruang Refleksi dari Cerita Kepemimpinan Selama 10 Tahun di Kota Bogor, karya autobiografi-reflektif yang ditulis oleh Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor periode 2014-2024, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI. Bedah Buku setebal 184 halaman tersebut berlangsung di Kampus Mandalo Universitas Jambi Ruang Auditorium Unifac Lantai I, Rabu (15/04/2026).

Selain Gubernur Al Haris, Bedah Buku Babad Alas juga dihadiri Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha , Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Helmi., S.H., M.H, Ketua Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, Ketua Senat Universitas Jambi (UNJA), Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A, para dosen, serta para mahasiswa mahasiswi Universitas Jambi.

Bedah Buku Babad Alas yang menghadirkan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto sebagai pembicara utama sekaligus penulis buku ini, juga dilaksanakan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha.

Dalam pemaparannya, Wamendagri Bima Arya menuturkan bahwa perjalanan menuju kursi kepemimpinan bukanlah perkara ringan. Ia mengisahkan pengalaman panjang saat mengikuti kontestasi politik di Kota Bogor. Namun, menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru muncul setelah ia terpilih memimpin Kota Bogor.

“Beratnya kampanye itu tidak seujung kuku dibandingkan menjalankan pemerintahan. Saat kampanye, lawan terlihat jelas. Tetapi ketika memimpin pemerintahan, tidak selalu jelas siapa kawan dan siapa yang berseberangan,” ujarnya.

Bima Arya menggambarkan masa awal kepemimpinannya sebagai periode penuh tekanan. Ia mengaku harus berhadapan dengan kepentingan birokrasi, kelompok kepentingan, hingga dinamika sosial yang kerap tidak tercantum dalam teori politik formal. Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, melainkan harus berlandaskan nilai, strategi, serta konsistensi antara pikiran, ucapan, dan tindakan.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga memaparkan pengaruh pemikiran sejumlah tokoh intelektual terhadap gaya kepemimpinannya, di antaranya Arief Budiman, Soe Hok Gie. Ia menjelaskan bahwa nilai inklusivitas, keadilan sosial, serta keberpihakan kepada kelompok minoritas menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan publik.

Usai mengikuti Bedah Buku, dihadapan rekan-rekan media Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa buku Babad Alas Ruang Refleksi dari Cerita Kepemimpinan Selama 10 Tahun di Kota Bogor adalah karya autobiografi-reflektif yang ditulis oleh Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor periode 2014-2024, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri RI. Menurutnya, buku setebal 184 halaman ini mendokumentasikan perjalanan satu dasawarsa penataan Kota Bogor, tidak hanya menonjolkan keberhasilan, tetapi juga memaparkan secara jujur, pembelajaran, dan tantangan yang dihadapi oleh Wamendagri Bima Arya.

"Buku yang diterbitkan merupakan gambaran perjalanan kehidupannya selama ini, dimana kita tahu beliau selama ini yang bukan birokrat, beliau ini seorang reset akademis murni, tiba-tiba tertarik dunia politik, sehingga beliau maju sebagai Wali Kota Bogor selama dua periode. Disinilah munculnya buku beliau hari ini," ujar Gubernur Al Haris.

"Buku seperti ini sangat penting bagi anak-anak muda yang sedang mencari jati diri, sebagai pigur, person, sangat penting buku ini dibaca dengan anak-anak muda generasi penerus bangsa agar bisa menekuni yang telah berhasil, mencontoh kearah yang lebih baik, agar generasi muda menatap masa depan dan cara pandang yang lebih baik lagi, dan juga generasi muda jangan ada waktu yang terbuang. Isilah dengan kegiatan yang positif," lanjutnya.

"Tujuan buku biografi memang bisa jadi contoh buat generasi muda biar tidak merusak masa depan. Biografi biasanya tidak cuma pamer sukses, tapi juga kegagalan, keputusan salah, dan cara tokohnya bangkit. Generasi muda jadi tahu konsekuensi nyata kalau salah langkah," pungkas Gubernur Al Haris.(*)

Editor: Anzari




Komentar Facebook


Berita Terkait

Raih Opini Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Terima Penghargaan Ombudsman RI

AKSATANEWS.COM-Dinas Pendidikan Provinsi Jambi meraih penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia dengan opini kualitas tertinggi tanpa maladministr

Read more

Al Haris Hadiri Milad ke-57 SMK PP Batanghari, Tegaskan Peran Strategis Sekolah Pertanian

AKSATANEWS.COM-Sekolah Menegah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Batanghari memperingati Milad ke-57, Selasa (27/01/2026). Peringatan hari jadi

Read more

Raker Kepala Sekolah se-Provinsi Jambi di Kerinci, Gubernur Al Haris Tekankan Tanggung Jawab Moral Pendidikan

AKSATANEWS.COM-Gubernur Jambi, Al Haris menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) Kepala Sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi ya

Read more

Al Haris Buka Simposium dan Expo Riset Nurul Ilmi Jambi, Bangga Lihat Anak-Anak Berani Riset Sejak Dini

AKSATANEWS.COM-Gubernur Jambi, Al Haris menghadiri sekaligus membuka Simposium dan Expo Riset Pelajar Nurul Ilmi Jambi yang digelar di Lapangan Kantor

Read more

Sekda Sudirman Harap SMA Adhyaksa I Jadi Lingkungan Belajar Aman, Sehat dan Membentuk Generasi Berkarakter

AKSATANEWS.COM-Sekda Provinsi Jambi, Sudirman berharap SMA Adhyaksa I Jambi dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, sehat, dan responsif, serta ma

Read more

Momen HUT ke-67 Kerinci, Gubernur Al Haris dan Bupati Kerinci Serahkan Bantuan Pendidikan pada 320 Siswa

AKSATANEWS.COM-Pariwarajambi.com – Gubernur Jambi, Al Haris menyerahkan bantuan dana Dumisake untuk pendidikan jenjang SMA, SMK dan SLB tahun 2025,

Read more