AKSATANEWS.COM-Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di Provinsi Jambi berlangsung khidmat. Upacara dipimpin langsung Gubernur Jambi Al Haris di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, Kamis (1/10/2026).
Upacara tersebut diikuti Ketua DPRD Provinsi Jambi, Danrem 042/Gapu, unsur Forkopimda, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.
Pada momen ini, Gubernur Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum mengingat kembali sejarah bangsa.
Menurut Al Haris, perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan yang pernah mengancam keutuhan negara dan ideologi Pancasila.
“Sebagai bangsa yang besar, kita harus selalu melihat sejarah. Indonesia pernah memiliki sejarah ketika Pancasila sebagai ideologi bangsa hampir saja dirongrong,” kata Al Haris.
Gubernur menyebut bangsa Indonesia patut bersyukur karena mampu melewati berbagai ancaman tersebut. Hingga saat ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap berdiri utuh.
Karena itu, Al Haris menilai semangat persatuan harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda dan seluruh anak bangsa.
“Hari ini menjadi refleksi bagi anak muda dan anak-anak bangsa bahwa kita harus bersatu padu dan solid. Jangan sampai kita dipecah belah oleh isu-isu atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Al Haris mengatakan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini dapat muncul dalam bentuk yang berbeda dibandingkan masa lalu.
Jika dahulu ancaman terhadap negara muncul melalui berbagai gerakan dan tindakan yang mengganggu stabilitas, saat ini masyarakat juga perlu mewaspadai paham radikal dan intoleransi.
“Modusnya mungkin berbeda. Kalau dulu mungkin menculik para jenderal dan sebagainya. Hari ini masih ada kelompok yang radikal dan intoleran yang diam-diam berusaha mengganggu serta memecah belah kita,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang di tengah masyarakat. Persatuan dan soliditas bangsa harus terus dijaga.
Al Haris juga mengajak masyarakat untuk memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan.
“Kita harus solid, bersatu padu sebagai bangsa, cinta Tanah Air dan ikut terlibat dalam pembangunan bersama-sama dengan pemerintah,” pungkasnya.(*)
Editor: Heryanto